QUOTE OF THE DAY

Berdoalah sedikit saja...maka kau akan mendapatkan banyak.

Kamis, 23 September 2010

Menara Kuala Lumpur Ternyata Rancangan Putra Indonesia




Malaysia dengan Menara Kuala Lumpurnya, yang merupakan salah satu dari empat menara tertinggi di dunia. Menghabiskan dana tak kurang Rp. 267,5 miliar, menara itu anti gempa dan anti topan. Tahukah kalau perancangnya adalah Putra Indonesia ?

Selain memiliki perdana menteri yang dikenal vokal dan berani mengecam berbagai kebijakan Barat yang sering dia anggap merugikan negaranya, Malaysia juga sangat peduli dengan pengembangan berbagai objek wisatanya. Salah satunya dengan membangun sebuah menara menusuk langit, yang ingin diusung sebagai unsur kebanggaan nasional Malaysia. Namanya Menara Kuala Lumpur (KL), yang terletak di ibu kota negeri jiran itu.

Menara KL yang puncaknya menyentuh angkasa 421 m itu dibangun sejak 1994 dan diresmikan penggunaannya oleh PM Dr. Mahathir Mohamad pada September 1996. Ia merupakan menara keempat tertinggi di dunia setelah Menara CN (kanada, 553 m), menara Ostankino (Rusia, 537 m), dan Menara Shanghai (Cina, 460 m). Bandingkan dengan ketinggian Monas, kebanggan masyarakat Indonesia yang menjulur 132 m ke udara.

Namun kita pun boleh mendompleng kebanggan Malaysia karena bagaimanapun desain rancangan menara itu lahir dari tangan Ir. Achmad Moerdijat, putra Indonesia lulusan Insitut Teknologi Bandung, kendati sudah sejak lama ia bermukin di negeri itu.

Selain ketinggiannya, Menara KL memiliki sejumlah keunikan. Yang patut disebut umpamanya, konstruksi bangunannya dirancang begitu rupa sehingga andai kata digoyang gempa bumi atau angin ribut, menara jangkung ini seolah bagaikan pohon yang lentur mengikuti arah tiupan angin atau goyangan gempa sampai sejauh 1,5 m di bagian puncaknya. Hebatnya lagi, jika gejala alam itu terjadi, konon mereka yang sedang berada di dalamnya tidak akan merasakan gerakan apa-apa sejak menara itu condong hingga kembali ke posisi semula.

Mungkin karena itulah fondasi Menara KL ini dibuat sampai kedalaman 117 m yang membutuhkan semen sekitar 7.100 m3 dan waktu dua minggu terus-menerus hanya untuk menuangkannya. Pembangunan menara yang mengisap dana tak kurang dari RM 250 juta (± Rp. 267,5 miliar) itu digarap oleh kontraktor asal Jerman yang sudah berpengalaman dan terkenal dengan karya-karya raksasanya sejak 1875. Berbobot mati 100.000 ton, Menara KL konon merupakan adikarya ke-11 perusahaan kontraktor tersebut.

Dengan luas lantai 7.700 m2, pada dasarnya menara itu terdiri atas tiga bagian utama, yaitu fondasi, badan, dan kepala menara serta terbagi dalam tujuh tingkat dengan fungsi yang berlainan. Pintu utama menara terbuat dari batu marmer yang dipesan khusus sehingga mirip dengan pemandangan luar Taj Mahal di India. Pada beberapa tempat di sekelilingnya dipasang kaca berkimia untuk mencegah masuknya polusi udara ke dalam menara. Mungkin juga termasuk jerebu alias asap yang mungkin datang lagi akibat kebakaran hutan di Indonesia.

Desain puncak menara yang berbentuk nenas itu diilhami oleh nama kawasan Bukit Nenas, tempat menara didirikan. Bagian luar dan dalam puncak menara diberi sentuhan ukiran bercirikan islami yang dibuat oleh para seniman dari Timur Tengah. Ada 12 buah lampu yang mengelilingi menara, masing-masing berharga RM 1.500. Semuanya menyala selama 24 jam dan menyuguhkan keindangan tersendiri di malam hari.

SEJARAH TANDA BACA

TANDA TANYA ( ? )

Pada awalnya, dalam bahasa latin, untuk mengindikasikan pertanyaan, orang harus menuliskan kata "Questio" di akhir kalimat untuk menandakan bahwa kalimat tersebut adalah kalimat tanya. Maka untuk menghemat tempat, kata tersebut akhirnya disingkat menjadi qo, yang kemudian dimampatkan lagi menjadi huruf q kecil diatas huruf o, yang akhirnya makin lama makin habis menjadi titik dan garis mirip cacing, persis seperti tanda tanya kita sekarang.

TANDA SERU ( ! )

Seperti tanda tanya, awalnya juga dimulai dengan menumpuk huruf. Tanda ini berasal dari kata dalam bahasa Latin "io" yang berarti "seruan kegembiraan". ketika huruf i ditulis diatas huruf o, lama-lama dipersingkat seperti tanda seru kita sekarang ini.

TANDA SAMA DENGAN ( = )

Ditemukan oleh ahli matematika Inggris Robert Recorde pada 1557, dengan pemikiran seperti ini (dalam bahasa Inggris kuno) "I will settle as I doe often in woorke use, a paire of paralleles, or Gmowe [i.e., twin] lines of one length, thus : , bicause noe 2 thynges, can be more equalle." atau terjemahannya: "Aku akan menggunakan tanda ini seperti biasanya, sepasang garis sejajar, atau kembar dengan panjang yang sama, karena tidak ada dua hal lagi yang bisa lebih sama dengan dua garis sejajar ini." Tanda sama dengan asli temuan Robert setidaknya 5 kali lebih panjang dari yang kita kenal sekarang.

TANDA DAN ( & )

Simbol ini adalah bentuk stilir dari "et" dalam bahasa Latin yang berarti "Dan." Tanda ini ditemukan oleh Marcus Tullius Tiro, seorang penulis dari abad pertama di Roma. Nama Ampersand baru diberikan setelah 17 abad kemudian. Pada awal 1800-an, murid sekolah belajar simbol ini sebagai huruf ke 27 setelah Z, tapi masih tanpa mana. Jadi di awal 1800-an ini mereka belaar ABC dengan "and per se, and" yang berarti "&" dan kemudian karena saking cepatnya dibaca, akhirnya menjadi "ampersand"

Rabu, 22 September 2010

Misteri Kutukan Superman



Urban Legend adalah mitos atau legenda kontemporer yang seringkali dipercaya secara luas sebagai sebuah kebenaran. Kebanyakan Urban Legend berkaitan dengan misteri, horor, ketakutan, humor atau bahkan kisah moral. Urban Legend tidak selalu berarti kisah bohong, namun, sama seperti kisah yang disebarkan dari mulut ke mulut, Urban Legend juga sering dibesar-besarkan sehingga menjadi lebih sensasional. Di Indonesia, kisah yang bisa dianggap sebagai Urban Legend contohnya adalah rumah pondok indah, terowongan casblanca, rumah gurita di Bandung dan lain-lain.

Sebenarnya, selain kutukan Superman, ada banyak Urban Legend atau kepercayaan lain yang melibatkan kutukan. Contohnya adalah kutukan yang menimpa presiden Amerika Serikat sejak Abraham Lincoln sehingga setiap 20 tahun, presiden Amerika akan terbunuh atau meninggal pada saat masih menjabat (Dan ini benar-benar terjadi). Kutukan ini dipercaya berakhir pada masa Ronald Reagen.

Lalu ada lagi kutukan keluarga Kennedy, kutukan keluarga Bruce Lee, atau yang paling heboh belakangan ini, kutukan penerima Oscar yang konon setelah menerima Oscar akan mengalami perceraian.

Kutukan Superman adalah sebuah kepercayaan kalau suatu malapetaka akan menimpa orang-orang yang terlibat dalam karakter Superman yang disajikan berbagai media, terutama film.

Kutukan ini pada dasarnya berbunyi:

“Jika kamu berniat untuk memerankan manusia terkuat di dunia, maka kamu akan berakhir dengan kematian atau berada pada posisi yang terlemah.”

Kutukan ini konon bermula dari pencipta karakter Superman sendiri, Jerry Siegel dan Joe Shuster.

Siegel dan Shuster
Siegel dan Shuster menciptakan tokoh Superman pada tahun 1938. Namun, pemegang hak cipta atas karakter itu adalah perusahaan tempat mereka bernaung, DC Comics. Pada tahun 1946, kedua orang tersebut menuntut DC Comics karena merasa diberi kompensasi yang kurang atas keberhasilan karakter itu. Pengadilan New York akhirnya memutuskan untuk memberikan penyelesaian maksimal $60.000 untuk masing-masing. Jumlah ini tentu saja sangat kecil dibanding jutaan dolar yang didapat dari Superman.

Usaha Siegel dan Shuster berlanjut hingga tahun 1975 ketika keduanya mengorganisir protes yang diikuti oleh penulis komik lainnya. DC Comics akhirnya setuju untuk membayar keduanya uang pensiun senilai $35.000 pertahun seumur hidup dan akan menyebut nama keduanya untuk setiap penggunaan karakter Superman.

Selain Superman, Siegel dan Shuster tidak pernah lagi menciptakan tokoh sekelas Superman. Ada yang mengatakan kalau keduanya marah dan mengutuk karakter itu karena ketidakadilan yang diterima.

Di bawah ini adalah para tokoh yang dianggap mengalami malapetakan karena kutukan Superman:

The Fleischer Brothers
Max dan David Fleischer adalah dua kakak beradik yang menciptakan studio Fleischer yang memproduksi film kartun Superman. Beberapa waktu setelah menayangkan film tersebut, Flescher bersaudara mulai bertengkar satu sama lain yang menyebabkan studio tersebut jatuh kedalam kesulitan keuangan sehingga terpaksa dijual ke Paramount Studio. David akhirnya bisa meneruskan karir sebagai penasehat spesial efek di Universal Studio, namun Max meninggal dalam kondisi melarat.

Kirk Alyn
Kirk Alyn memerankan Superman dalam dua film pada tahun 1940an. Setelah ia memerankan film itu, karir aktingnya tamat karena dianggap terlalu identik dengan tokoh Superman. Akhirnya ia pensiun dan pindah ke Arizona.
Ia muncul sebagai cameo dalam film Superman tahun 1978 sebagai ayah Lois Lane. Tahun 1999, ia meninggal dunia setelah terjangkit penyakit Alzhiemer.

George Reeves
Sebelum Christopher Reeve, pemeran Superman adalah George Reeves yang memerankan tokoh ini di film “Superman dan the Mole Man” pada tahun 1941.
Pada tanggal 16 Juni 1959, hanya beberapa hari sebelum hari pernikahannya, Reeves ditemukan tewas akibat luka tembak di kepala. Sebuah pistol ditemukan didekatnya. Kematian itu disimpulkan sebagai bunuh diri.

Christopher Reeve
Christopher Reeve memerankan Superman dalam film Superman: The Movie (1978), Superman II (1980), Superman III (1983) hingga Superman IV: The Quest for peace (1987).
Pada tanggal 27 Mei 1995, Reeve jatuh dari kudanya dan lumpuh dari leher ke bawah. Setelah peristiwa itu, Reeve menghabiskan hidupnya dengan kursi roda hingga meninggal pada 10 Oktober 2004 akibat gagal jantung.

Dua tahun setelah kematian Christopher, Istrinya, Dana Reeve, juga meninggal pada 6 Maret 2006 di usia 45 tahun akibat kanker paru-paru.

Margot Kidder
Margot Kidder adalah Lawan main Christopher Reeve yang memerankan tokoh sentral, Lois Lane. Setelah bermain di film itu, ia didiagnosa mengidap Bipolar Disorder.
Pada April 1996, ia menghilang selama beberapa hari dan ditemukan oleh polisi dalam kondisi paranoia dan delusi.

Marlon Brando
Marlon Brando adalah seorang aktor Holywood terkenal yang memerankan Jor-El, ayah biologis Clark Kent di film Superman: The Movie (1978). Marlon mengalami banyak tragedi dalam kehidupannya.
Pada Mei 1990, putra pertama Brando, Christian, menembak dan membunuh Dag Drollet, kekasih saudari tiri Christian, Cheyenne Brando, di rumahnya di Beverly Hills. Christian mengklaim kalau peristiwa itu adalah sebuah kecelakaan. Namun, pengadilan memutuskan 10 tahun penjara baginya. Christian meninggal 18 tahun kemudian pada usia 49 tahun.

Tahun 1995, Cheyenne yang masih depresi atas kematian Dag Drollet bunuh diri dengan menggantung diri. Usianya baru 25 tahun.

Marlon Brando sendiri mengalami hidup yang tak kalah susah. Karena banyaknya tragedi dalam kehidupannya, ia mulai mengasingkan diri dari gemerlap Holywood. Pada tanggal 1 Juli 2004, Brando meninggal pada usia 80 tahun karena pulmonary fibrosis. Ia juga diketahui mengidap kanker hati, gagal jantung dan diabetes yang menyebabkan ia hampir mengalami kebutaan.

Lee Quigley
Lee Quigley memerankan bayi Kal-El di film Superman Tahun 1978.
Ia meninggal pada bulan Maret 1991 di usia yang sangat muda, yaitu 14 tahun, karena menghirup gas aerosol yang berbahaya.

Richard Pryor
Richard Pryor memerankan salah satu tokoh jahat di film Superman III. Tiga tahun setelahnya, ia didiagnosa menderita multiple sclerosis. Ia meninggal pada 10 Desember 2005 karena gagal jantung.

Mariel Hemingway
Mariel Hemingway adalah salah satu artis yang turut bermain dalam film Superman IV: The Quest for Peace (1987). Pada 2 Juli 1996, kakak Mariel yang bernama Margaux ditemukan tewas karena overdosis. Ia berusia 41 tahun. Walaupun peristiwa itu dianggap sebagai bunuh diri, Mariel tidak mempercayainya.

Mark Pillow
Mark Pillow adalah aktor yang memerankan Nuclear Man di film Superman IV: The Quest For Peace (1987). Peran itu adalah debut pertamanya di dunia akting. Namun, setelah peran itu, karirnya tamat dan tidak pernah bermain film lagi.
Nasib mirip juga dialami John Haymes Newton, Gerard Christopher dan Stacy Haiduk yang bermain dalam seri Superboy antara 1988-1992.

Lex Luger
Lex Luger adalah seorang pegulat pro yang pernah muncul dalam sebuah peran di film New Superboy di tahun 2007. Ia kemudian mengalami kerusakan syaraf yang membuatnya lumpuh.

Lane Smith
Lane Smith memerankan Perry White, bos Clark Kent dan Lois Lane di film seri TV Lois and Clark. Belakangan, ia didiagnosa mengidap penyakit langka Lou Gehrig dan meninggal pada tanggal 13 Juni 2005.

Jeph Loeb
Jeph Loeb, penulis naskah seri TV Smallville, kehilangan putranya, Sam Loeb, karena kanker.

Mereka yang Lolos dari kutukan
Dan tentu saja, namanya juga Urban Legend, menarik, tapi tidak bisa dianggap sebagai sebuah kebenaran. Mereka yang menolak kepercayaan ini menyatakan kalau tokoh-tokoh yang pernah bersinggungan dengan Superman juga banyak yang mengalami peningkatan karir, seperti:

Gene Hackman yang memerankan Lex Luthor di Superman I, II dan IV mengalami kesuksesan karir yang luar biasa setelah film tersebut.

Terence Stamp yang memerankan Jenderal Zod di Superman I dan Superman II juga mengalami karir yang sukses.

Dean Cain yang memerankan Superman dalam film Lois and Clark juga mengalami peningkatan karir setelah perannya dalam film itu. Ia mendapatkan beberapa peran yang baik dalam film seri Frasier dan Law & Order.
Teri Hatcher yang menjadi Lois Lane di film seri TV Lois and Clark mengalami kesuksesan karir yang luar biasa setelah bermain dalam film itu. Bahkan Ia menerima penghargaan untuk perannya dalam film seri desperate housewives.

Untuk film Superman terakhir (Superman Returns), kita juga tidak mendengar adanya bencana yang menimpa Brandon Routh, Kate Bosworth dan Kevin Spacey.
Bahkan Brandon Routh telah menandatangani kontrak dengan Warner Bros untuk membuat sekuel film tersebut yang berjudul Superman Lives. Kedengarannya seperti sebuah karir yang bagus.

Atau, kita juga tidak mendengar adanya bencana yang menimpa pemeran utama dalam film seri Smallville seperti Tom Welling atau Kristin Kreuk.

Soal Tom Welling, ada yang menarik. Beberapa orang percaya ia lolos dari kutukan Superman karena di film seri Smallville, ia tidak mengenakan kostum Superman.
Malah jadi aneh, kalau kutukan menimpa seseorang karena memakai kostum Superman, mengapa Dean Cain atau Brandon Routh tidak mengalaminya?

Lalu, mengapa aktor lain yang tidak mengenakan kostum Superman seperti Margot Kidder atau Lee Quigley bisa kena dengan kutukan ini?

Bagaimana dengan ribuan orang lain yang turut serta dalam pembuatan film Superman sejak tahun 1940an hingga sekarang? Mengapa mereka tidak terkena kutukan?

Jika melihat dari faktor ini, maka saya rasa kutukan Superman mungkin hanya memiliki kombinasi kebetulan yang cukup baik untuk menjadikannya sebagai salah satu Urban Legend paling terkenal di dunia. Seperti yang saya katakan, informasi ini hanya untuk “sekedar tahu”.

Penemuan Tulang Naga di Bangka Bikin Heboh Dunia



Penemuan tulang rangka yang di issukan sebagai tulang Naga berkaki enam membuat heboh masyarakat Toboali Provinsi Bangka Belitung. Konon katanya panjangnya mencapai ratusan meter. Temuan tulang belulang ini menarik perhatian warga sekitar Toboali ( gambar dibawah ! )

Belum bisa dipastikan apakah tulang belulang itu adalah tulang seekor naga, namun sebagian orang yang telah melihat menduga itu bukan tulang naga, tetapi ikan paus. Tulang belulang itu ditemukan kedalaman sekitar tiga meter di depan muara sungai Nyire.

Sementara ini tulang belulang itu disimpan di rumah salah seorang penemunya di Desa Limus, sekitar 15 kilometer arah utara Toboali melewati daerah transmigrasi. Bersumber dari Kaskus, salah satu komunitas online di Indonesia, kerangka tersebut ditemukan pada hari kelima bulan puasa lalu.

Saat ditemukan terlihat ada semacam pukat yang tersangkut sesuatu yang tersembul di atas permukaan air. Nah, setelah didekati dan ditusuk-tusuk dengan ujung dayung ternyata itu adalan kerangka tulang yang posisinya melengkung seperti bulan sabit.

Seterusnya kerangka tersebut diambil dengan angkutan perahu. Untuk kerangka bagian kepala diperlukan tenaga 15 orang untuk mengangkatnya.

Selain adanya pukat, sesuatu yang menonjol lainnya adalah bulu-bulu dan tanduk pada kepala kerangkan tersebut. Bulu-bulu tersebut seperti layaknya rumbai bulu pada kepala seekor kuda.

Lingkar badan mahluk tersebut berkisar sekitar 2 meter dengan panjang badan sekitar 15 meter. Dilihat dari bentuk kerangka kepala mengarah kepada bentuk seeokor ikan paus. Hanya pada tulang ekor yang masih terdapat sisa daging yang menempel, pada bagian tulang yang lain bersih dan berwarna putih kusam.

Cerita Rakyat Tentang Naga
ISTILAH naga merupakan kata serapan dari bahasa Sansekerta atau India kuna yang bermakna "ular". Dalam naskah Mahabharata dikisahkan, para Naga merupakan anak-anak Resi Kasyapa dari perkawinannya dengan Dewi Kadru. Nama-nama mereka yang terkenal antara lain Sesa, Taksaka, Basuki, Karkotaka, Korawya, dan Dritarastra.

Dalam tradisi Cina juga terdapat makhluk bernama Liong atau Lung yang umumnya diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan istilah naga. Makhluk ini digambarkan sebagai ular berukuran raksasa, lengkap dengan tanduk, sungut, dan cakar, sehingga berbeda dengan naga versi India. Sebagian ilmuwan berpendapat, naga Cina merupakan makhluk khayal yang diciptakan oleh masyarakat zaman dahulu akibat penemuan fosil dinosaurus. Makhluk ini juga dikenal dalam kebudayaan Jepang dengan istilah Ryu.

Di Indonesia sendiri pernah heboh dengan ditemukannya sepasang ular raksasa mirip dengan Naga yang melintas di sungai Mahakam di Kutai Barat berukuran sebesar drum atau berdiameter sekitar 60 sentimeter dengan panjang sekitar 40 meter. Ular raksasa itu terlihat meliuk di permukaan air di Riam Haloq, Kampung Long Tuyoq, Kecamatan Long Pahangai, pada saat melintas naga tersebut berhasil di abadikan lewat kamera ponsel milik motoris longboat karena menganggap itu sebuah momen langka.

Naga dalam budaya Kalimantan, kususnya suku Dayak dan suku Banjar dianggap sebagai simbol alam bawah. Naga digambarkan hidup di dalam air atau tanah dan disebut sebagai Naga Lipat Bumi. Naga merupakan perwujudan dari Tambun yaitu makhluk yang hidup dalam air.
Dalam budaya Banjar, alam bawah merupakan milik Puteri Junjung Buih sedangkan alam atas milik Pangeran Suryanata. Setelah berkembangnya agama Islam, maka oleh suku Banjar alam atas dianggap dikuasai oleh Nabi Daud, sedangkan alam bawah dikuasai oleh Nabi Khidir.

Dalam arsitektur rumah Banjar, makhluk Naga dan burung Enggang diwujudkan dalam bentuk ukiran, tetapi sebagai budaya yang tumbuh di bawah pengaruh agama Islam yang tidak memperkenankan membuat ukiran makhluk bernyawa, maka bentuk-bentuk makhluk bernyawa tersebut disamarkan atau didistilir dalam bentuk ukiran tumbuhan.

sumber http://berita-kilat.blogspot.com/2010/09/penemuan-tulang-naga-berkaki-enam-di.html

Misteri Boneka Okiku Dari Jepang, Boneka Yang Rambutnya Terus Tumbuh



Pertama kali mendengar tentang boneka okiku ini sekitar 1 bulan silam tepatnya pada acara cerita horor radio malam jumat. Menurut penuturan orang yang pernah melihat boneka ini, boneka ini memang seram dengan segala nuansa non logisnya. Bagaimana bisa benda mati bisa menumbuhkan rambutnya terus menerus.

Hampir seperti jenglot, boneka ini benar-benar di luar nalar. Seorang peneliti jepang mengungkapkan bahwa dari hasil uji forensik rambut yang ditumbuhkan boneka ini sama persis dengan rambut pada anak usia 10 tahun.

Nama Okiku ini diambil dari seorang anak yang sedang bermain dengan boneka dengan ukuran tinggi 40 sentimeter, berpakaian kimono dengan mata hitam seperti manik-manik dan rambut yang lebat. Boneka Okiku telah ada di kuil Mannenji di kota Iwamizawa Prefektur Hokkaido) sejak tahun 1938.

Awalnya boneka ini dibeli tahun 1918 oleh seorang pemuda bernama Eikichi Suzuki di sapporo, Di sana ia melihat sebuah boneka cantik Jepang dengan Kimono. Boneka ini dibeli Eikichi untuk adiknya yang berumur 2 tahun yang bernama Okiku, anak ini sangat menyenangi boneka ini dan memainkannya setiap hari.

Tapi sayang, Okiku meninggal tak lama setelah itu karena demam. Kemudian pada saat pemakamannya, Keluarga ingin memasukkan boneka ke dalam peti mati-nya tapi entah mengapa mereka lupa. Keluarga gadis tersebut kemudian menempatkan boneka itu di altar rumah tangga dan berdoa untuk setiap hari dalam rangka memperingati Okiku.
Beberapa waktu kemudian, mereka melihat rambut mulai tumbuh.Menurut cerita ini merupakan roh dari gadis itu yang berlindung di dalam boneka itu.

Tahun 1938 keluarga Suzuki pindah ke shakalin, boneka okiku akhirnya dititipkan di kuil Mannenji di Hokkaido. Menurut pendeta di kuil itu, boneka tradisional jepang selalu berambut pendek, dia juga membenarkan kalau rambut boneka okiku terus memanjang, walaupun dipotong terus secara berkala, tapi rambutnya tumbuh terus. Menurut kuil, boneka tradisional awalnya memiliki rambut dipotong pendek, tapi seiring waktu terus bertambah panjang sekitar 25 sentimeter, hingga ke lutut boneka.Meskipun rambut boneka ini dipotong secara berkala , namun menurut cerita rambut tersebut tumbuh lagi.

Cerita ini telah menginspirasi berbagai macam film-film horor jepang populer salah satunya adalah film Haunted School.

Jumat, 17 September 2010

KONGGRES PAHLAWAN NASIONAL


Bagian 1 ( Pembukaan )

Aku tak tahu pasti, ini surga atau neraka
Tapi yang aku lihat, deretan kursi berbalut warna putih sudah rapi tertata
Beberapa petugas sudah bersiap sebagaimana layaknya rapat paripurna
Pintu terbuka kelihatan ramai tidak seperti biasa, banyak penjaga

Sempat kutanya, ada acara apa rupanya?
Seorang penjaga menjawab seadanya “Konggres dadakan” itu saja
Dari kursi yang disusun memang tampak banyak jumlahnya
Gerangan siapa yang akan duduk dan tampil di podium sana?

Suara alarm yang mirip sangkakala terdengar nyaring
Pertanda konggres akan segera dimulai, keadaan sesaat hening
Rombongan orang berbaju sama putih, wajah mereka bening
Wajah mereka begitu kukenal, karisma mereka begitu lekat dan tak asing

Ketika Wajah mereka mulai jelas nyata
Aku tertegun seakan tak percaya…

Paling depan, Gajah Mada berjalan bersisihan dengan Raden Wijaya
Lalu Sisinga Mangaraja yang tegap bersanding Pattimura
Dengan pedang masing-masing mereka masih tampak digdaya
Tak ketinggalan Diponegoro, Sultan Agung, Teuku Umar diikuti tokoh lainnya

Tak ketinggalan puan berbaris memasuki ruangan dengan anggun bersahaja
Cut Nya Dhien, Kartini, Christina Martha Tiahahu, Kalinyamat dan Dewi Sartika
Air muka mereka teduh, ibu yang sangat mengasihi anak-anaknya
Saat itu kegaguanku melebihi segala-galanya, ini lebih dari sekedar jumpa fans atau temu idola

Mereka menempati deretan kursi yang tersedia, tertib dan penuh wibawa
Lalu aku kembali menoleh ke pintu dimana kini muncul dua wajah yang amat istimewa
Dua sahabat yang nyaris tak terlepas namanya ; Soekarno Hatta
Dua proklamator, presiden dan wakilnya, tampak serasi ; Soekarno yang jenaka, Hatta nan bijaksana

Rampak suasana tiba-tiba, saat rombongan berseragam tentara masuk dengan langkah tegap
Tujuh berbaris, satu ditengah tangan menunjuk dengan sorotan tajam membuat gagap yang tak siap
“Darah itu merah Jendral” terdengar celetuk dibarengi cekikikan, ketujuhnya terkesiap!
Jendral yang ditengah menoleh jengah “Saya dengar itu!” sergahnya, lalu tak ada lagi yang berucap

Para tokoh itupun duduk, masing-masing sibuk berbincang sambil mengisi waktu
Sisinga Mangaraja dan Pattimura bertukar kisah tentang senjata, Ade Irma Suryani duduk dipangku
Fatmawati cerita soal bendera yang dijahitnya, Kartini mengagumi rambut Marta Tiahahu
Ki Hajar Dewantara diskusi kecil dengan Douwes Dekker, Dokter Cipto asyik membaca buku

Sekelompok lagi masuk dan sibuk mencari kursi, duduk, lalu berdiri dan pindah lagi
Kegaduhan itu menyita perhatian yang lain, mengundang tanya mereka ini siapa lagi?
Jendral Yani memanggil petugas dan bertanya, apa ada yang belum dapat kursi?
Petugas menjawab singkat mereka itu pahlawan tak dikenal yang memang tidak ada di absensi

Ada lagi prajurit yang masuk bersama Supriyadi, tangannya mengacung ke udara wajahnya keras
Siapa lagi ini? Kenapa tangan dan mukanya harus begitu, tegang menahan nafas
Baru tahu aku akhirnya itu adalah Bung Tomo dari Surabaya dengan gayanya yang khas
Mungkin kalau bersikap biasa, yang lain tak akan mengenali, dan gaya itu memang sudah pas

Giliran Kartini, meminta yang lain melihat ke satu arah
Dimana seorang perempuan malu-malu duduk di bawah, tak berani menengadah
‘Siapa kamu, kok malah duduk dilantai, mari duduk sini bersama kami’ ajak Fatmawati ramah
Perempuan minder itu lalu tersenyum dan ikut duduk, oalah ternyata dia Marsinah

Tak berapa lama muncul rombongan anak-anak terpelajar
Tampak dari jaket almamater yang dipakai, sambil menyanyi lagu kebyar kebyar
Ada Soe Hok Gie, dan anak-anak Trisakti yang kasusnya hingga saat ini belum kelar
Mereka tampak bersemangat, berbaris, lalu duduk sambil berkelakar

Banyak yang kasak kusuk ketika tokoh ini muncul, sebagian berbisik yang lain malah melempar kata
Soeharto jendral besar Orba masuk melambaikan tangan dan tersenyum penuh karisma
Keteguhannya memang menjadi pesona, seolah bisa menghalau semua cela yang lekat padanya
Ia mengangguk taklim pada yang lain, lalu dengan tenang duduk, anggun dan berwibawa

Ketika suasana agak riuh dan tidak tertib, Soekarno berdiri mengangkat tangan
“Mohon tertib dan tenang, Soeharto ini juga bagian dari perjuangan”
“Dia lumayan lama dijujuhkan jadi bapak pembangunan, jadi berilah penghargaan”
“Yang sudah ya sudah, jangan terlalu dibesar-besarkan…kalau bisa malah lupakan…”

Hadirin kembali tenang, Jendral besar Nasution sempat bersalaman dengan Piere Tendean.
Lalu berpeluk haru dengan Ade Irma Suryani yang sejak tadi banyak disapa karena menggemaskan
Pertemuan anak dan bapak yang terpisah lama itu sungguh sangat mengharukan
Bu Fat dan Kartini malah sudah nangis sesenggukan menyaksikan

Tepuk tangan bergema, Gusdur rupanya tiba
Tanpa protokoler dan tanpa asisten seperti biasanya
Gusdur berjalan mantap dan melihat dengan awasnya.
Begitu datang langsung bertanya, tempat para Wali ada dimana?

Kalau aku ceritakan semua, bakal panjang urutannya
Maka singkat kata, semua sudah berkumpul dan siap sedia mengikuti acara
Setelah petugas berhasil menenangkan pahlawan Seroja yang merasa perjuangannya sia-sia
Protokolpun menyerahkan waktu dan tempat pada Gajahmada untuk membuka…

September 10,2010

Bagian 2 ( Prakata Sang Mahapatih )

Gajah Mada berdiri tegak diatas podium, matanya tajam wajahnya garang penuh keberanian
Sama sekali tidak mirip seperti patung yang dibuat dan dipajang di markas kepolisian
Yang tampak overweight dengan telunjuk ke bawah tanpa alasan
Tidak, Malam ini sang Mahapatih menyihir hadirin, pamornya kemilau bak berlian

Berikut, inilah yang beliau sampaikan…

Malam ini Kita berkumpul atas nama rasa kecewa, kucem ( malu ) dan hati terluka
Kita pernah hidup pada masa kita dan kita bangga karenanya
Bangga bukan karena merasa berjasa
Bangga bukan karena gelar pahlawan yang dikukuhkan lewat eska

Tapi bangga karena melihat berkilaunya persada berjuluk zamrud katulistiwa
Bangga karena melihat ketentraman dan persaudaraan terpatri di tanah nusantara
Bangga sebab berbeda-beda suku, bangsa, budaya, bahasa, tapi tetap kuasa bersatu juga
Dari Jawadwipa hingga meluas sampai ke tanah kamboja

Amukti palapa bukan jargon yang diusung sebagai pamrih pribadi
Tapi janji mati untuk menyatukan seluruh penjuru pertiwi, tanpa kompromi
Mengibarkan panji gula kelapa di seluruh negri sebagai sebuah prasasti
Bahwa tak ada tempat yang pantas untuk para pecundang macam Ratanca dan Rangkuti di bumi ini!

Tiap jaman memang punya tantangan
Dan alam selalu menurunkan tamtamanya untuk merampungkan
Seperti Gajah Mada yang Cuma seorang bekel musti menyelamatkan Jayanegara dari kudeta
Maka tiap-tiap masa selalu ada; Nala,Sisingamangaraja,Pattimura,Antawirya, dan ratusan lagi dibelakangnya…

Pahlawan itu bukan jabatan tapi takdir yang menyertai amanat
Bagaimana caranya, tak pernah ada ukuran yang tepat
Bukan melenyapkan puluhan nyawa tak berdosa atas nama jihad
Bukan pula pamer zakat pada ratusan orang melarat Cuma biar kelihatan makin terhormat

Tuhan menugaskan semua orang menjadi pahlawan…
…bagi diri sendiri, negara dan sesamanya

Nusantara sudah diliputi benalu yang datang dari seberang
Lalu disuburkan orang-orang yang hidupnya diperbudak uang
Merekalah yang memupuk, menyirami benalu-benalu itu hingga negeri kita berlubang-lubang
Mengorbankan persaudaraan, persamaan, bahkan pertaruhan nyawa para pejuang!

Portugis, Belanda, Jepang datang mengangkang ingin menguasai
Karena sesungguhnya mereka miskin dan kagum melihat negri yang gemah ripah loh jinawi
Mereka modal nekad, sedikit tak tahu diri, lalu kita sambut dengan kerendahan hati
Tapi Ini Tanah Tuhan, Tanah Merdeka yang sampai kapanpun tak akan bisa terbeli!
Kami telah persatukan, kenapa kini kalian cerai beraikan?!
Seolah kalian merasa berhak dan punya kuasa untuk menentukan
Tanah di Nusantara diukur, di belah dan di petak-petakkan
Lalu kulit putih datang membawa uang, dengan mudah nusantara kalian sewakan?!

Harga tanah pertiwi tak sebanding dengan dollar yang kalian anggap tinggi
Kekayaan nusantara tak pantas diperjual beli apalagi dieksploitasi
Ini warisan bagi anak cucu yang mendiami dan menjaga tanahnya tanpa takut mati
Bukan hak para petinggi menukarnya dengan kemewahan yang hanya dinikmati diri pribadi!

Kami telah persatukan, bodoh bila kalian cerai beraikan!
Kalian tukar tanah warisan penuh amanat dengan gengsi yang memalukan
Lalu teriak teriak seperti ada kebakaran begitu melihat malaya merampoki pernak pernik kesenian
Tepat didepan hidung kalian yang bahkan masih cemong dan ingusan!

The west is the best itu isi hipnotis di kepala mereka yang tidak pernah sadar
Kita sudah bikin Candi borobudur yang besar, mereka bahkan belum becus bikin mercusuar
Kita sudah jago membangun kapal-kapal layar, mereka bahkan baru mencipta bandar
Kita bangsa yang besar, tak perlu gentar menghadapi bangsa-bangsa modern yang sok pintar

Aku Gajahmada sebagaimana kalian perkenalkan pada anak-anak masa depan
Bukan sebagai nama jalan antara Harmoni –Kota yang sarat pelacuran
Bukan pula merek bakmi yang meramaikan pasar jajanan
Tapi Mahapatih yang pernah menjaga negeri ini agar kokoh dalam kedaulatan!

Hadirin hening, suara sang Mahapatih begetar menutup kalimatnya…
Aku merenungkan makna kata-kata itu sebelum yang lain angkat bicara…

September 17,2010

BAGIAN 3 ( Dijajah dan Merdeka )

Setelah Gajah Mada turun, keheningan itupun pecah, berbagai komentar tumpah ruah
Para pahlawan berbagai jaman, berbagai daerah, berbagai bidang, bertingkah kata meriah
Group terbentuk dengan sendirinya balairung seperti terpilah-pilah, aku terperangah
Sama sekali tidak seperti wakil rakyat yang sedang adu marah, tapi diskusi nan santun menyikapi masalah

Soekarno, Hatta, Husni Thamrin, Soeharto, Ali Sadikin dan golongan ber jas lain khusuk bertukar pendapat
Imam Bonjol sang Padri berdiskusi dengan Ahmad Dahlan, Gusdur, dan para ulama, sementara Wali Songo tampak memperhatikan cermat
Ini juga tidak mirip muktamar yang bergelora, deklarasi partai atau ikrar kebulatan tekad
Satu sama lain santun mendengar, menambahkan dan menghormati setiap usulan dengan hikmat

Bagaimana menyatukan bangsa yang berserak karena ambisi dan kebodohan ini?
Semua sibuk berfikir dan mencari solusi, berbagai usul dilontarkan silih berganti
Rakyat tak lagi bisa ditakut-takuti, karena demokrasi Cuma istilah yang diterapkan setengah hati
Reformasi telah melahirkan kebebasan semu dan membuat semua orang merasa benar sendiri
Bubar jalan, tak mau diatur bagai kumpulan srigala yang tak terkendali!

Pemimpin tidak lahir dari kegelisahan, tapi bersaing melalui adu perlombaan
Juara gontok-gontokan, menang sikut-sikutan, otak dan moral diganti pameran otot dan kekuatan
Akibatnya bangsa ini kocar-kacir berantakan tak punya rasa malu dan kehormatan
Rakyat tak punya teladan, pemimpinnya rakus, kerjanya cuma rebutan harta dan jabatan!

Teuku Umar angkat bicara dengan karisma yang jauh lebih baik dari Slamet Raharjo di film karya adiknya
“Nusantara tak perlu berjuang untuk merdeka!””Kalau saja kita tak membiarkan kape-kape penjajah datang dan berkuasa!”
“Saudaraku Gajah Mada telah menyatakan bahwa Nusantara hanya perlu menjaga wibawa dan keutuhannya semata”
“Jadi penindasan bangsa Eropa dan saudara tua dari asia, itu adalah kesalahan kita jua!”

Terhenyak aku, pahlawan besar bisa juga mengkritisi diri sendiri?!
Padahal jasa mereka sudah seperti gunung emas murni yang tak terbantahkan lagi.

Diponegoro sang Antawirya berdiri di depan tempat duduknya, tenang mulai angkat bicara
“Umar, saudaraku…sesungguhnya menjajah dunia dan mencari wilayah baru adalah ambisi siapa saja…”
“Pendapatku, kita tak perlu menyalahkan diri sendiri, kita sudah berjuang dengan segala daya semampu kita…”
“Mengingatkan bukan hanya pada bangsa manca itu, tapi juga pada kaum bumiputera…”
“Bahwa tanah persada punya harga dan tak bisa diambil dengan harga berapapun jua!”

“kekalahan kita sesungguhnya terjadi karena adanya para spekulator yang menjelma menjadi pengambil untung”
“Mereka yang rela menjebloskan bangsanya sendiri tanpa berani maju bertarung…”
“Menjadi gundik dan gedibal kumpeni, menjual nyawa saudaranya sendiri demi kepeng dalam karung…”
“Maka itulah, Antawirya pergi meninggalkan istana tak tahan menyaksikan kehormatan yang dirantai pasung!”

“Dan bangsa ini telah mampu merdeka, lihatlah berapa ribu gulden dihabiskan kompeni untuk menghadapi seorang Diponegoro saja!” Soekarno bicara.
“Jangan-jangan bangsa ini memang belum siap merdeka?!” Sergah Ki Hajar Dewantara
Soekarno terhenyak “Apa alasannya?” Kami telah mengupayakannya dengan segala daya, dukungan mahasiswa dan saudara Maida?!
“Itulah alasannya…” Kemerdekaan kita adalah karena ketidak sabaran kaum muda…apakah sudah dipikirkan apa yang jadi rencana setelah merdeka, selain menyiarkannya ke penjuru dunia?!

Keadaan mulai agak sedikit hangat, mulai terjadi beda pendapat, meski masing-masing masih tetap tenang dan tidak mengencangkan urat.

september 18, 2010

BAGIAN 4 ( Dijajah dan Merdeka lanjutan… )

“Menyiapkan sebuah bangsa yang telah terdikte selama 353 setengah tahun, untuk mampu berdiri sendiri, jauh lebih penting” Lanjut Ki Hajar Dewantara, halus namun tajam
“Masih ingat ketika Nagasaki Hiroshima dibumi hanguskan oleh bom atom amerika…ketika ribuan korban berjatuhan, kota berubah jadi makam…”
Kaisar Hirohito bukan menanyakan berapa jumlah tentara yang yang masih ada untuk melakukan pembalasan dendam…”
“Tapi pemimpin itu bertanya…berapa guru yang masih tersisa…supaya bisa mendidik bangsa kita dan bangkit dari kehancuran yang mencekam…”

Soekarna tersenyum tenang, mendekati Suwardi Suryaningrat, saudara tua dalam pergerakan
“Mas Wardi tahu, bangsa ini telah terlanjur tenggelam dan butuh diselamatkan, itulah yang saat itu kami lakukan…”
“Pendidikan haruslah menyertai perjuangan, tapi tanpa merdeka, bagaimana mendidik kaum bumiputera ke depan?”
“Saya yakin, bangsa kita tidak kalah dengan Jepang, kalau rakyat dan para pemimpin bisa erat berpegangan tangan”…Soekarno menambahkan

“Ciri khas pemimpin Indonesia itu memang pinter bikin statemen…”
“…Masalah belum tentu terjawab yang penting pidatonya bikin rakyat adem ayem, tentrem”
Gusdur nyeletuk dari tempat duduknya disamping Hamengku Buwono IX, ngarso dalem
Sementara Chairil Anwar yang asyik menghisap sigaret Cuma mesam-mesem, kalem
Di tangannya rampak buku puisi asing dan kamus yang sudah tampak kusem

Rupanya selain pahlawan, budayawan dan seniman juga ikut hadir sebagai peserta
Ada Chairil Anwar, WS Rendra, Chrisye, Sena Utoyo, Gesang, Basuki Abdullah, Affandi, Pramoedya hingga Gito Rollies dan Nike Ardilla
Ini kesempatan buat silaturahmi, tukar pikiran dan anjang sana antar profesi dan usia
Layaknya seniman, mereka santai, suka bercanda, agak nyentrik dan sedikit cuek seperti biasa

Kang Ibing yang masih kelihatan ‘seger’ mengusulkan ide agar para seniman dan budayawan itu berkolaborasi bikin karya
Mbah Surip langsung cekakakan sambil siap-siap pegang bollpoin dan cari kata-kata
Gombloh yang dari tadi nyari-nyari pick gitar, agak skeptis dan menimpali sekenanya
“Seniman jangan sesuka hati, kalo ngumpul Cuma bikin sensasi…sekarang waktunya berperan yang lebih nyata, bukan Cuma minta dipuja puji saja!

Yang lain senyum-senyum, liat kaum bohemian itu berdebat antar sesama…

“Yang banyak berkiprah setelah merdeka kan orangnya ada, coba aja tanya sama Soeharto”
Soekarno kembali bicara, sambil menoleh ke Soeharto yang kaget karena ke pergok lagi ngobrol sama Sarwo Edhie Wibowo
“Setelah aku lengser, kamu jadi presiden kan kamu yang banyak ambil keputusan, coba omongo…”
Seperti biasa, Soeharto langsung merogoh saku mencari- cari teks dan bersiap-siap pidato…

Begini kurang lebih transkrip pidato soeharto ;

Saudara-saudara…sebangsa dan setanah air…assalamualaikum wr.wb, salam sejahtera bagi anda semua…
(anak-anak trisakti nyeletuk ; “tetep siap teks ni yeee…” )
Dalam rangke, menjawab daripada apa yang saudara soekarno sampeken tadi, maka pada kesempatan ini, saya ingin menjelasken beberapa hal dan fakta yang terjadi selama saya menjabat sebagai presiden republik Indonesia…
Bahwa setelah merdeka, saya memikirken bagaimana cara agar supaya kedaulatan bangsa bisa semangkin kokoh, semangkin kuat dan stabil, aman sejahtera….
( mahasiswa nyeletuk lagi ; ya bagi-bagi kekuasaan sesama tentara…)

Pramoedya menimpali “Mbok biarkan saja, wong tentara kan jadi sponsor dia buat naik tahta…”
Gusdur nyaris tertawa lalu menyela “Gitu tuh omongan penulis yang kenyang masuk penjara jamannya dia”
Soeharto memang sabar, sambil tetap tersenyum beliau menunggu para penyahut itu mereda
Lalu dengan saksama mulai melanjutkan pidatonya, mirip seperti waktu acara klopencapir di acara dari desa ke desa…
Ah, aku jadi nostalgia…

September 22, 2010

Rabu, 01 September 2010

misteri angka 11 pada tragedi WTC


Masih ingatkah anda dengan Tragedi World Trade Centre (WTC) 11 September 2001 lalu? Mungkin peristiwa tersebut, tidak akan pernah terlupakan dalam sejarah dunia hingga sekarang. Konon kabarnya kejadian ini sudah diramal ratusan tahun sebelumnya oleh peramal Nostradamus.
Namun ternyata ada misteri lain di balik peristiwa yang terjadi di New York, Amerika Serikat ini, yakni misteri angka 11. Mungkin bermula dari posisi menara kembar yang menyerupai dua buah angka satu (11) atau mungkin peristiwa ini terjadi di tanggal ke-11. Nah berikut misterinya…

Fakta yang menghubungkan tokoh atau tempat dengan angka :
• New York City memiliki 11 huruf.Afghanistan memiliki 11 huruf.
• Ramsin Yuseb (teroris yang menyerang WTC pada tahun 1993) memiliki 11 huruf.
• Presiden Amerika Serikat, George W Bush memiliki 11 huruf.
• Gedung WTC membentuk angka 11.
Anda berpikir hal-hal diatas hanya kebetulan? Coba simak lagi…
• New York adalah negara bagian ke 11
• Pesawat pertama yang menabrak WTC memiliki nomor penerbangan 11.
• Pesawat itu mengangkut 92 orang penumpang, 9+2 = 11.
• Pesawat satu lagi yang menabrak WTC mengangkut 65 orang penumpang, 6+5= 11.
• Tragedi itu terjadi pada 11 September, 9/11, 9+1+1 = 11
• Tanggalnya sama dengan pelayanan darurat Amerika yaitu 911, 9+1+1 = 11.
Akan tetapi, jika fakta yang umum di atas masih dianggap kebetulan belaka, maka mari kita coba teliti lebih dalam lagi.
• Kejadian ini merupakan kecelakaan pesawat yang ke 254, 2+5+4 = 11.
• September 11 adalah hari ke 254 dalam tahun itu, 2+5+4 = 11.
• Pemboman Madrid terjadi pada tanggal 3/11/2004, 3+1+1+2+4 = 11.
Bagaimana? Anda masih penasaran? Sebagai analisa terakhir, mari kita lakukan bersama-sama dengan data yang ada.
Pertama, silakan anda membuka Microsoft Word di laptop atau PC anda. Kemudian ikuti petunjuk di bawah ini.
• Ketik “Q33 NY”, dan ini adalah nomor penerbangan pesawat pertama yang menabrak gedung World Trade Center.
• Setelah itu tebalkan (bold) tulisan “Q33 NY” yang sudah anda ketik sebelumnya.
• Ganti ukuran font menjadi lebih besar (disarankan 48 atau 72).
• Lalu, rubahlah jenis font menjadi WINGDINGS 1
Apa yang Anda lihat??? Silahkan jika anda mau percaya atau tidak dengan misteri angka 11 pada tragedi WTC 11 September 2001 lalu.