QUOTE OF THE DAY

Berdoalah sedikit saja...maka kau akan mendapatkan banyak.

Kamis, 24 Desember 2009

SOERAT TJINTA MERAH DJAMBOE

Ini kisah roman pada suatu masa
ketika perkenalan terjadi diatas kereta, antara Purwokerto-Jogjakarta
Pemuda pejuang dan perempuan perawat di atas kereta yang sama
Pertemuan tak istimewa, hanya bicara tentang perjuangan bangsa untuk merdeka
tak ada rayu, tak ada kata-kata mutiara, tapi terpaut juga benih asmara
Pertemuan pertama lalu berpisah untuk waktu yang lama
keduanya sama-sama menjalani kithah berbakti bagi sesama
hanya sebuah surat bersampul merah jambu yang jadi tali pengikat rasa
sekali lagi tanpa kata-kata berbunga, hanya cerita dari medan laga
mereka menyimpan rindu tanpa pernah tahu kapan bisa jumpa
dan bila Tuhan mempertemukan mereka di stasiun kereta, cukup walau hanya sedikit bicara dan tatapan mata
Kisah itu abadi hingga kini ; cinta terajut hingga hari tua. Karena Tuhan dan takdir menjadi pengawalnya.

Lalu ini kisah roman di masa kini
Perkenalan terjadi setelah gathering party
Eksekutif muda dan wanita karir masa kini, bertukar nomor, berbagi pin Blackberry
Pertemuan dihiasi suasana dan cita rasa nan tinggi
Saling menyanjung, penuh basa-basi dan saling memuji
Bunga kata, dan berbagai terminologi merangkai cinta seperti sebuah garansi
Pertemuan pertama, lalu kedua, ketiga dan seterusnya
Komunikasi seperti tak pernah terhenti, berkirim pesan atau chatting dengan blackberry
Tak sempat rindu karena selalu bertemu
Tak sempat gelisah karena selalu hampir tak pernah berpisah
Tuhan dan takdir terabaikan oleh teknologi, jarak telah bisa disiasati
Lalu ketika mereka hendak berikrar sehidup semati, tiba-tiba mereka berhitung untung rugi
mereka tak pernah dibatasi, kini mereka cemas karena tak lagi punya ruang pribadi
Lalu curiga, lalu tanda tanya, lalu mulai khawatir bakal saling tersaingi
Cinta itu terhempas hanya sampai disini
Tuhan dan Takdir tak kuasa menjaga
karena kisah roman masa kini telah bersekutu dengan teknologi
menjauhkan kita, dari upaya menguji diri, menajamkan hati, menerima tuntunan ilahi
untuk saling mengenali, untuk saling memiliki

Surat cinta merah jambu, tak pernah ada lagi...begitu pula kisah cinta abadi yang mampu menggetarkan hati...sepeti yang kakek dan nenek alami.

3 komentar:

  1. Yuni Ikaningrum17 Mei 2010 10.28

    Memang sekarang jarang sekali terjadi kisah cinta abadi yang dulu sering dialami oleh kakek & nenek dan kedua orang tuaku ...

    Ketika belum adanya ikrar sehidup semati semua terasa indah dan apapun itu terlihat indah

    Tetapi apa ketika ikrar tersebut ada
    tak ada lagi keindahan....

    Mungkin bila boleh ku memilih
    ku ingin kisah cinta ku seperti kisah cinta nya seorang pejuang thd seorang perawat tsb spt cerita diatas....sederhana tp sgt bermakna

    BalasHapus
  2. Asyik deh sob...dibacanya...sebuah realita tanpa batas....

    BalasHapus
  3. Asyik deh sob...dibacanya...sebuah realita tanpa batas....thx Rosa Phalepi

    BalasHapus